Showing posts with label manifestasi klinik diare. Show all posts
Showing posts with label manifestasi klinik diare. Show all posts

Thursday, December 8, 2011

Diare Akut

Definisi 
Buang air besar (BAB) > 3x dalam 24 jam dengan konsistensi cair dan berlangsung kurang dari 1 minggu.
  •  Berlangsung 7 hari, sembuh sendiri.
  • 10% melanjut sampai 10%
  •  Episode diare 4,5 pertahun
  • Kematian karena dehidrasi 
  •   Penyebab tersering pada usia 0-2 tahun : rotavirus

Etiologi
  • Infeksi : Virus, bakteri, parasit
  • Obat-obatan : Antibiotik
  • Alergi  :  Makanan, Protein susu sapi, Protein kedele 
  • Malabsorbsi
  • Defisiensi vit 

Manifestasi klinis 
Anamnesis
  • Frekw, vol, adanya muntah
  • Warna dan konsistensi tinja
  • Lendir dan/atau darah dalam tinja
  • Kurangnya aktifitas,
  • Kapan kencing terakhir, vol urin
  • Rasa haus, rewel, suhu badan
  • Jumlah cairan yg masuk selama diare. 
  • Anak minum ASI/susu formula, apakah anak makan makanan yg tidak biasa. 
  • Apakah ada yg menderita diare disekitarnya 
  • Dari mana sumber air minum 
 
Pemeriksaan fisis 
Tanda Utama :
  • Kesadaran
  • Tampak kehausan
  • Turgor kulit abdomen
  • Tanda vital

Tanda tambahan :
  • UUB cekung atau tidak
  • Mata cekung atau tidak
  • Ada atau tidak adanya air mata
  • Bibir, lidah, dan mukosa mulut kering atau tidak
  • Timbang berat badan

                          Tentukan derajat dehidrasi
Tanpa dehidrasi             : kehilangan < 5% BB
Dehidrasi ringan-sedang : kehilangan 5% -10% BB
Dehidrasi berat             : kehilangan > 10% BB

Tanpa dehidrasi (kehilangan cairan < 5% BB )
  • Tanda utama (-), tanda tambahan (-)
  • KU baik, sadar
  • Tanda vital dalam batas normal
  • UUB tidak cekung
  •  Mata tidak cekung
  • Air mata (-)
  • Mukosa mulut dan bibir basah
  • Turgor abdomen baik
  • Akral hangat
  • Pasien dapat dirawat dirumah, kecuali ada komplikasi lain ( tidak mau minum, muntah terus menerus, diare yg frekwen)

Dehidrasi ringan-sedang (kehilangan cairan 5-10% BB)
  • 2 tanda utama + 2 atau lebih tanda tambahan
  • KU gelisah atau cengeng
  • UUB sedikit cekung
  • Mata sedikit cekung
  • Air mata kurang
  • Mukosa mulut dan bibir sedikit kering
  • Turgor kurang
  • Akral hangat
  • Pasien harus rawat inap

Dehidrasi berat ( Kehilangan cairan > 10% BB )
  • 2 tanda utama + 2 atau lebih tanda tambahan
  • KU lemah, letargi, atau koma
  • UUB sangat cekung
  • Mata sangat cekung
  • Air mata (-)
  • Mukosa mulut dan bibir sangat kering
  • Turgor buruk
  • Akral dingin
  • Pasien harus rawat inap

Pemeriksaan penunjang
Tinja
  • Makroskopis : bau warna, lendir, darah, konsintensi
  • Mikroskopis : ertrosit, lekosit, parasit
  • Biakan dan uji sensitivitas

Tatalaksana
  1. Rehidrasi oral
  2. Pemberian makanan
  3. Medikamentosa
  4. Pencegahan

1. rehidrasi dengan cairan dan elektrolit
  • Per oral : cairan rumah tangga, oralit
  • Infus : RL, ringer asetat, larutan normal saline

Pemberian cairan sesuai dg derajad dehidrasi
Tanpa dehidrasi
  • Cairan rumah tangga dan ASI diberikan semaunya.
  • Oralit diberikan sesuai umur, seusai BAB atau muntah dengan dosis :
    •  < 1 tahun                   : 50-100 ml
    •  1 – 5 tahun                : 100 – 200 ml
    •  > 5 tahun                   : semaunya

Dehidrasi ringan sedang / tidak berat
  • Oralit 75ml/kg BB dalam 3 jam pertama -->  pemberian cairan sesuai umur.
 
Dehidrasi berat
  • RL atau ringer asetat 100 ml/kg BB, dengan cara pemberian :
    • < 1 tahun :       1 jam  : 30 ml/kgBB 
                                     5 jam berikutnya : 70ml/kgBB
    • > 1 tahun :   ½ jam  : 30ml/kg BB 
                                2 ½ jam berikutnya : 70ml/kgBB
  • Minum diberikan jika pasien sudah mau minum 5ml/kgBB selama proses rehidrasi.

2. Nutrisi
  • Tidak boleh dipuasakan
  • Makanan sedikit-sedikit tapi sering (± 6x sehari), rendah serat, pisang boleh diberikan

3. Medikamentosa
  • Obat anti diare
  • Antibiotik sesuai hasil pemeriksaan penunjang

4. Langkah pencegahan
  • Upayakan ASI tetap diberikan
  • Kebersihan perorangan, cuci tangan sebelum makan
  • Kebersihan lingkungan, BAB di jamban
  • Imunisasi campak
  • Memberikan makanan penyapihan yg benar
  • Penyediaan air minum yg bersih
  • Selalu memasak makanan